Begini Prosedur Pengukuran Hardnes Pada Tambak Udang Untuk Menghindari Moulting Massal
Cara Singkat Membuat Reagen Hardness untuk Tambak Udang
Penitar EDTA, indikator EBT, dan buffer salmiak untuk analisa kesadahan air tambak udang.
Mengapa penting
- Pengaruh moulting: Kesadahan (Ca²⁺ & Mg²⁺) mendukung pergantian kulit dan kekuatan cangkang.
- Kesadahan rendah → gagal moulting/cangkang lunak.
- Analisa mandiri lebih murah daripada membeli reagen jadi.
Alat dan bahan
- Alat: Labu ukur 100 ml & 1000 ml, timbangan analitik 0,0001 g, beaker, pengaduk, botol amber.
- Bahan: Na₂EDTA, NH₄Cl, NH₄OH pekat, serbuk EBT, MgSO4, etanol, NH2OH.HCI, akuades.
Pembuatan reagen
Buffer salmiak (pH 10)
- Formula: 33,8 g NH₄Cl + 286 ml NH₄OH → encerkan hingga 500 ml. dan 2,358 g EDTA+1,56 g MgSO4, larutkan dengan 50 ml akuades
- Catatan: Simpan rapat; buat di area berventilasi karena uap amonia menyengat.
Indikator EBT
- Campuran: 0,5 g EBT + 3,5 g NH2OH.HCI, gerus hingga halus. Tare dengan etanol sampai 100 ml.
- Penggunaan: Seujung spatula per sampel; awet bertahun-tahun.
Larutan EDTA 0,01 N
- Penyiapan: 3,723 g Na₂EDTA kering → larutkan dengan akuades dalam labu ukur 1 L, homogenkan.
Prosedur titrasi
- Sampel: Ambil 50 ml air tambak.
- Buffer: Tambahkan 2 ml buffer salmiak (pH 10).
- Indikator: Tambahkan EBT 2 tetes hingga warna merah anggur.
- Titrasi: Teteskan EDTA 0,01 N sampai berubah biru.
- Perhitungan: Kesadahan = volume titrasi EDTA × molaritas EDTA × 1000 × 100/1.
FAQ
Mengapa warna tidak berubah biru?
pH belum mencapai 10 atau buffer melemah. Tambahkan buffer salmiak dan pastikan reagen segar.
Bolehkah menggunakan air minum kemasan?
Menurut pengalaman saya bekerja, tidak boleh. Gunakan akuades atau air demineralisasi agar hasil akurat.
Posting Komentar untuk "Begini Prosedur Pengukuran Hardnes Pada Tambak Udang Untuk Menghindari Moulting Massal"