Mengenal Zoothamnium: Parasit Kapas pada Udang dan Cara Penanganannya
Mengenal Zoothamnium: Parasit "Kapas" pada Udang dan Cara Penanganannya
Dalam budidaya udang, terutama di kolam air payau, kesehatan udang adalah kunci keberhasilan panen. Salah satu ancaman yang sering muncul akibat penurunan kualitas air adalah serangan parasit Zoothamnium. Berikut adalah panduan lengkap untuk mengenali, mengobati, dan mencegah parasit ini.
Apa itu Zoothamnium?
Zoothamnium (Zoothamnium sp.) adalah protozoa siliata kolonial yang bersifat sebagai parasit pengotoran (fouling organism). Organisme ini umumnya menyerang udang budidaya dengan cara menempel pada permukaan tubuh dan insang, tampak seperti pertumbuhan menyerupai kapas berwarna putih hingga cokelat muda.
Bagian tubuh yang sering diserang
- Cangkang (kerangka luar/eksoskeleton)
- Insang
- Antena
- Kaki renang (pleopoda)
- Ekor
Tanda dan Gejala Klinis
Penampilan fisik
- Udang terlihat kotor, kabur, atau lumutan.
- Adanya pertumbuhan “kapas” putih atau kecoklatan pada tubuh.
- Insang tampak tersumbat atau berubah warna menjadi kecoklatan.
Perubahan perilaku
- Pada infeksi berat, udang menjadi lemah.
- Nafsu makan menurun drastis.
- Udang cenderung berkumpul di dekat kincir/aerator karena kesulitan bernapas.
- Mengalami kesulitan saat molting (ganti kulit).
Penyebab Munculnya Zoothamnium
- Bahan organik tinggi: Akibat sisa pakan yang menumpuk dan akumulasi kotoran/tinja udang.
- Kualitas air buruk: Oksigen terlarut (DO) rendah, kekeruhan tinggi, dan pergantian air yang kurang memadai.
- Stres lingkungan: Perubahan salinitas atau suhu yang tiba-tiba.
- Faktor lain: Benih berkualitas rendah dan beban bakteri yang tinggi di kolam.
Dampak pada Kesehatan Udang
- Gangguan pernapasan: Penyumbatan insang membuat udang kekurangan oksigen.
- Pertumbuhan terhambat: Asupan pakan rendah dan energi habis untuk bertahan hidup.
- Penurunan kekebalan tubuh: Membuat udang rentan terhadap infeksi bakteri sekunder (seperti Vibriosis).
- Kematian massal: Terjadi pada kasus yang sudah sangat parah.
Pengobatan Zoothamnium
⚠️ Penting: Sebelum melakukan perawatan, selalu periksa kadar Oksigen Terlarut (DO) dan hentikan pemberian pakan sementara waktu.
1. Perawatan kimia
- Formalin: 15–25 ppm.
- Kalium Permanganat (KMnO4): 1–2 ppm.
- Hidrogen Peroksida (H2O2): 5–10 ppm.
- Tembaga Sulfat: dosis sangat rendah (gunakan dengan sangat hati-hati karena berisiko toksik).
2. Pengelolaan biologis & kolam
- Probiotik air: gunakan untuk mengurai bahan organik dan mengurangi beban polutan.
- Probiotik tanah: aplikasikan secara teratur untuk menjaga dasar kolam.
- Manajemen air: tingkatkan pergantian air dan bersihkan lumpur dasar kolam (siphon) jika memungkinkan.
3. Perawatan suportif
- Tambahkan Vitamin C.
- Berikan mineral tambahan untuk mendukung proses molting.
- Gunakan imunostimulan untuk menaikkan daya tahan tubuh.
Pencegahan
- Jaga kualitas air: Pastikan Oksigen Terlarut (DO) selalu > 5 ppm, serta jaga level amonia dan nitrit tetap rendah.
- Manajemen pakan: Hindari overfeeding (pakan berlebih) agar tidak menumpuk menjadi limbah organik.
- Persiapan kolam: Lakukan persiapan kolam yang matang sebelum tebar.
- Kualitas benur: Gunakan benih SPF (Specific Pathogen Free) atau benih berkualitas tinggi.
- Padat tebar: Pertahankan kepadatan tebar yang ideal, jangan memaksakan over-stocking.
- Kebersihan rutin: Lakukan penyedotan limbah (siphon) secara teratur dan jaga biosekuriti area tambak.
- Aplikasi probiotik: Lakukan secara rutin sejak awal siklus.


Posting Komentar untuk "Mengenal Zoothamnium: Parasit Kapas pada Udang dan Cara Penanganannya"